Sabtu, 26 Desember 2015

latar belakang filsafat

Latar Belakang Munculnya Filsafat


                                                    



Filsafat, terutama filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke 7 S.M.. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan, dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka, dan tidak menggantungkan diri kepada agama untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani, dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Babilonia, Yudea (Israel) atau Mesir. Jawabannya sederhana: di Yunani, tidak seperti di daerah lain-lainnya tidak ada kasta pendeta sehingga secara intelektual orang lebih bebas.

Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filsuf ialah Thales dari Mileta, sekarang di pesisir barat Turki. Tetapi filsuf-filsuf Yunani yang terbesar adalah Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Sokrates adalah guru Plato sedangkan Aristoteles adalah murid Plato. Bahkan ada yang berpendapat bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah “Komentar-komentar karya Plato belaka”. Hal ini menunjukkan pengaruh Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.

Buku karangan Plato yg terkenal adalah berjudul "etika, republik, apologi, phaedo, dan krito".
Secara etimologis, filsafat berasal dari beberapa bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Yunani. Dalam bahasa Inggris, yaitu “philosophy”, sedangkan dalam bahasa Yunani, “philen” atau “philos” dan “sofein” atau “sophi”. Ada pula yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu “falsafah” yang artinya al-hikmah. Akan tetapi, kata tersebut pada awalnya berasal dari bahasa Yunani. “philos” artinya cinta, sedangkan “Sophia” artinya kebijaksanaan.[1]
Oleh karena itu filsafat dapat diartikan dengan cinta kebijaksanaan yang dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-hikmah. Para ahli filsafat disebut dengan filosof, yakni orang yang mencintai atau mencari kebijaksanaan atau kebenaran. Filosof bukan orang yang bijaksana atau berpengaruh benar, melainkan orang yang sedang belajar mencari kebenaran dan kebijaksanaan.
 Filsafat pertama kali muncul di Yunani, Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filosof ialah Thales dari Mileta. Filosof-filosof Yunani yang terbesar yaitu Socrates, Plato, dan Aristoteles. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Israel atau Mesir. Jawabannya di Yunani tidak seperti di daerah lain-lainya tidak ada kasta pendeta sehingga orang lebih bebas.
Munculnya filsafat ditandai dengan runtuhnya mitos-mitos dan dongeng-dongeng yang selama itu menjadi pembenaran terhadap setiap gejala alam. Manusia pada waktu itu melalui mitos-mitos mencari keterangan tentang asal-usul alam semesta dan tentang kejadian yang berlangsung di dalamnya.
Ada dua bentuk mitos yang berkembang pada waktu itu, yaitu mitos kosmogonis yaitu mitos yang mencari tentang asal usul alam semesta, dan mitos, kosmologis yaitu mitos yang berusaha mencari keterangan tentang asal usul serta sifat kejadian di alam semesta. Meskipun memberikan jawaban-jawaban tersebut diberikan dalam bentuk mitos yang lolos dari control akal (rasio).
Cara berfikir seperti itu berlangsung sampai abad ke-6 sebelum masehi, sedangkan sejak abad ke-6 masehi orang mulai mencari jawaban-jawaban rasional tentang asal-usul dan kejadian alam semesta.
Pencarian kebijaksanaan bermakna menyelusuri hakikat dan sumber kebenaran. Alat untuk menemukan kebijaksanaan adalah akal yang merupakan sumber primer dan berfikir. Oleh karena itu, kebenaran filosofis tidak lebih dari kebenaran berfikir yang rasional dan radikal.
Dalam ilmu filsafat yang identik dengan pertanyaan-pertanyaan  yang kemudian Filsafat selalu mencari jawaban-jawaban, sekalipun jawaban-jawaban yang ditemukan tidak pernah abadi. Oleh karena itu filsafat tidak pernah selesai dengan satu pertanyaan dan satu jawaban dan tidak pernah sampai pada akhir sebuah masalah. Masalah-masalah filsafat tidak pernah selesai karena itulah memang sebenarnya berfilsafat.

B.     Karakteristik dan Metode Filsafat
1.      Karakteristik Filsafat
Karakteristik berpikir filsafat yang pertama adalah sifat menyeluruh. Seorang ilmuwan tidak puas lagi mengenal ilmu hanya dari segi pandang ilmu itu sendiri. Ingin melihat hakikat ilmu dalam pengetahuan yang lainnya, ingin mengetahui kaitan ilmu dengan moral, kaitan ilmu dan agama, dan ingin meyakini apakah ilmu itu membawa kebahagiaan kepada manusia.[2]
Sifat berfikir filsafat yang kedua adalah mendasar, artinya setiap ilmu yang ada tak lagi dipercaya sebagai kebenaran. Kebenaran di pertanyaan (spekulatif) yang sistematis berfikir secara runtut, logis, dan bertanggung jawab.
2.      Metode Filsafat
Karena objek filsafat meliputi segala yang ada, dan yang mungkin tidak ada, dan juga karna filsafat merupakan suatu induknya ilmu dari cabang-cabang ilmu pengetahuan yang ada serta mengingat isi filsafat adalah buah pikiran filosuf dan isi filsafat sangat luas, keluasannya disebabkan cabang pengetahuan yang tertua. Untuk memudahkan mempelajari filsafat ada tiga metode mempelajari filsafat, yaitu:
a.       Metode Sistematis,
Metode ini digunakan untuk membahas langsung isi persoalan dari filsafat dengan tidak mementingkan urutan zaman penganjurnya masing-masing. Misalnya dalam bidang logika hanya dipersoalkan mana yang benar dan mana yang salah menurut pertimbangan akal, bagaimana berfikir yang benar dan bagaimana cara berfikir yang salah.
b.      Metode Historis,
Metode historis ini digunakan bila orang ingin mempelajari perkembangan aliran-aliran filsafat sejak dulu hingga sekarang. Dalam metode historis ini dikemukakan riwayat hidup tokoh-tokoh filsafat yang terkenal serta bagaimana timbulnya paham (aliran) filsafatnya dengan segala persoalannya, bagaimana pendapatnya tentang logika, etika dan tentang keagamaan.
c.        Metode Kritis,
Metode ini digunakan oleh mereka yang mempelajari filsafat tingkat atas, pembicaraan filsafat dimulai dengan pendekatan sistematis dan historis, langkah awal dimulai dengan memahami isi ajaran, kemudian dicoba mengajukan kritik.[3]
Menurut Juhaya S. Pradja, Metodologi filsafat ada tiga, yakni: (1) , metode deduksi, yakni suatu metode berpikir yang menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum kemudian diterapkan pada sesuatu yang bersifat khusus;(2) metode induksi, metode berfikir dalam menarik kesimpulan dari prinsip khusus kemudian diterapkan pada sesuatu yang bersifat umum; (3) metode dealektika, yakni metode berfikir yang menarik kesimpulan melalui tiga tahap atau jenjang yakni tesis, antithesis, dan sintesis.
Para filosof telah berusaha menyusun sebuah metode untuk mendapatkan pengakuan universal, ataupun mempertahankan kelayakan filsafat sebagai sebuah disiplin ilmu, Plato membahas filsafat dengan metode dealekti, yaitu dua orang yang berdialog saling melemparkan pertanyaan yang diperoleh atas dasar metode dealektik bertanya dan menjawab ini, secara berangsur-angsur mengurangi keraguan ataupun ketidakjelasan atas suatu hal.
Metode pengkajian filsafat dapat juga menggunakan metode intuitif atau intuition (Inggris) dan intueri-intuitus (Latin). maksutnya adalah in (pada)dan tueri (melihat atau menonton). Secara terminologis, intitusi yaitu pemahaman, pengenalan, pengliatan, atau penangkapan (aprehensi) terhadap suatu kebenaran secara langsung tanpa melalui inferensi (penyimpulan). Metode ini sangat berbeda secara diametis dengan metode empiris dan rasionalistik yang penggunaanya melalui pengamatan dan pengalaman secara langsung.
Metode  keritis-transendental yang sering digunakan dalam kajin filsafat adalah metode yang merupakan analisis kriteriologis yang berpangkalan pada pengertian objektif. Metode ini digunakan oleh Imanuel Kant. Kant juga menerima nilai objektif  ilmu-ilmu positif karena ia dapat menghasilkan kemajuan hidup sehari-hari. Kant juga menerima nilai objektif agama dan moral, sebab ia memberikan kemajuan dan kebahagian. pengertian itu disebutnya sebagai sintetis-apriori.


2 komentar:

  1. The Star Grand at The Star Grand at The Star - Mapyro
    This is one 당진 출장샵 of my favourite rides in the UK for my family and friends. 부천 출장안마 They have excellent views, but have a huge 보령 출장안마 array 나주 출장안마 of facilities. There is a  Rating: 3.5 · ‎30 reviews · ‎Price range: £ (Based on Average Nightly Rates 김제 출장마사지 for a Standard Room from our Partners)

    BalasHapus
  2. The King Casino Hotel | Jamul Casino & Spa
    The King Casino Hotel is set 1 mile south aprcasino of Jamul Casino, 1 MPRC Blvd, Jamul, Georgia. View map. This https://jancasino.com/review/merit-casino/ casino offers 토토 a variety of casino-roll.com gaming options including slots,

    BalasHapus